aplikasi TIK dalam psikologi

  1. SPSS. SPSS adalah program komputer yang dipakai untuk analisis statistika
  2. DMR Digital Mark Reader (DMR) adalah perangkat lunak pemeriksa Lembar Jawaban Komputer (LJK). LJK lazimnya digunakan pada ujian, kuesioner survei dan entri data massal. DMR digunakan untuk rekrutmen, evaluasi kinerja pegawai, ujian psikologi dan seleksi polisi, militer dan CPNS
  3. Micromedia Flash MX 2004 aplikasi tes psikometri pemahaman individu.
  4. Autoplay Media Studio versi 7,6 melaksanakan kegiatan otomatisasi analisis tes psikometri, juga sebagai sarana hyperlink antar file yang berekstensi swf yang dihasilkan oleh  Micromedia Flash MX 2004.
  5. Software Adobe flash CS 3 dapat digunakan untuk menghasilkan program animasi yang dapat diintegrasikan dengan media audio dan visual lainnya (gambar, suara, teks) dalam psikologi perkembangan.
  6. GTLC (Group Test of Learning Capacity) adalah salah satu tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan manusia dan sifatnya.
  7. ITS (Intelligent Tutoring System) dikembangkan untuk mengatasi kelemahan pembelajaran berbasis computer untuk memperhatikan keberagaman siswa.
  8. Apache 2 Triad 1.5.2 yang berisi Apache 2.0.53, dan PHP 5.0.4 untuk membantu pengguna mengetahui kepribadiannya, sehingga dapat membantu untuk mengembangkannya.
  9. E-Counseling Untuk membantu terapis dalam mengumpulkan sejumlah data yang terkait dengan kliennya sebelum akhirnya terapis dan klien sepakat untuk bertemu secara langsung untuk melakukan proses terapis selanjutnya.
  10. Thematic Apperception Test (TAT) Untuk menggambarkan fungsi kpribadian dalam mengidentifikasi sumber utama konflik
  11. Standar Progressive Matrices (SPM) untuk mengoreksi hasil tes SPM dimana hasilnya dapat digunakan untuk mengukur daya abstraksi, cara berpikir, kecepatan & ketelitian seseorang.

 

HUBUNGAN TIK DENGAN PSIKOLOGI

Ilmu psikologi sangat berperan pada semua yang berhubungan dengan manusia, seperti tingkah laku hingga hal-hal yang mempengaruhi tingkah lakunya. Disini, TIK lah yang mendominasi segala aktivitas dari kalangan anak-anak hingga orangtua. Hampir semuanya mengaplikasikan TIK dalam kehidupannya. Penerapan TIK dalam psikologis seseorang terlihat dalam perilakunya. Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran TIK hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajaran, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar.

Disini ada fungsi pikiran yang bersifat memahami dan mencerna. Selain itu fungsi pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah, sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. Demikian halnya dalam pembelajaran TIK, pebelajar dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. Karena selain mempermudah, pelajaran TIK juga bisa memperumit yang dampaknya pada kita adalah semakin berpikir, memahami, dan memecahkan masalah yang rumit tersebut. Pembelajaran TIK juga bisa meningkatkan inteligensi kita. karena semakin berkembangnya zaman, TIK pun akan semakin canggih dan kita pun akan semakin berpikir sehingga otak kita akan selalu terpakai untuk berpikir. dalam hal ini jangkauan pendidik diharapkan lebih kondusif, karena dalam proses evaluasi belajar pebelajar diukur hanya pada hal-hal yang nyata dan dapat diamati sehingga hal-hal yang bersifat tidak teramati kurang dijangkau dalam proses evaluasi.

REFERENSI:

http://www.artikelbagus.com/2011/06/aplikasi-teori-behaviorisme-dalam-pembelajaran-tik.html

http://softwarepsikotes.blogspot.com/2011/10/software-koreksi-psikotes.html

http://murkelefaud.wordpress.com/2012/08/08/penerapan-teknologi-dalam-bidang-

psikologi/

http://www.freewebs.com/bunda_psiko/projectiveapproaches.htm

http://softwarepsikotes.blogspot.com/2011/10/software-koreksi-psikotes.html

http://moethya26.wordpress.com/category/psychology/sistem-informasi-psikologi/final-softskill-sip/

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.